Mesin Cetak Offset: Sejarah, Fungsi dan Cara Kerja

Usaha percetakan maupun koran tentu tidak asing dengan mesin cetak. Ia menjadi pilihan dan opsi yang sering direkomendasikan untuk usaha percetakan maupun perkantoran dengan percetakan dokumen skala besar. Selain lebih ekeftif, mesin percetakan tipe offset juga lebih mudah dan efisien digunakan dibandingkan dengan printer biasa.

Namun, banyak orang yang masih belum familiar dengan penggunaan mesin cetak ini. Padahal ia memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh mesin cetak biasa, yakni hasil cetakanyang lebih rapi dan jelas, dengan penggunaan warna yang tidak mudah luntur. Ia juga mampu mencetak dokumen dengan jumlah yang besar dalam waktu yang relatif lebih pendek.

Sejarah Mesin Cetak Offset

Mesin cetak offset ditemukan oleh Ira Washington Rubel. Ia merupakan penemu tekhnik cetak offset yang kemudian dikembangkan menjadi mesin cetak. Dalam tekhnik tersebut, gambar terlebih dahulu dicetakkan ke dalam silinder yang dilapisi lembaran karet, selanjutnya baru dicetkan ke dalam plat cetak.

Di Indonesia, dua puluh tahun setelah merdeka, teknologi untuk bidang percetakan baru mulai meningkat. Ini terlihat dengan adanya mesin cetak berjenis offset yang digunakan untuk percetakan. Terlihat dengan penggunaannya pertama kali di tahun 1969 oleh Harian Merdeka, percetakan koran yang telah berdiri sejak tahun 1954.

Sebelum tahun 1969 dan adanya mesin cetak jenis offset, banyak percetakan koran yang masih menggunakan teknologi mesin cetak tigi atau rotasi duplex. Ini menandakan bahwa Indonesia mulai terbuka dengan proses produksi grafis. Mesin cetak ini juga mengalami perkembangan, terlihat ia melahirkan mesin cetak offset terbaru, yang ke depannya menggunakan basis litografi untuk percetakan yang lebih unggul.

Pengertian Mesin Cetak Offset

Mesin cetak berjenis offset merupakan mesin percetakan yang menggunakan master plate dalm proses pemindahan huruf maupun gambar ke dalam blanket. Sehingga pemindahan tinta dilakukan secara tidak langsung, melalui blanket terlebih dahulu sebelum ke bahan kertas yang digunakan untuk mencetak.

Percetakan dengan tehnik ini disebut pula dengan cheical printing technique, atau melakukan percetakan dengan bahan kimia. Bagian yang tidak digunakan atau non image, menggunakan bahan berjenis hydropolic. Sedangkan area yang digunakan untuk mencetak pada pelat cetak offset, mengunakan bahan yang berlapis oleophylic.

Terdapat berbagai jenis mesin cetak offset di pasaran, mulai dari penggunaan satu warna dan empat warna dengan ukuran yang beragam. Berikut merupakan ciri-ciri mesin cetak yang sering ditemui di pasaran:

  1. Percetakan bisa dilakukan untuk teks, maupun dengan gambar sekaligus. Tergantung dengan jenis mesin offset yang digunakan, bisa berwarna ataupun hanya berwarna hitam.
  2. Mampu mencetak pada kertas dengan jenis doorslagsampai jenis karton. Ukuran yang digunakan mulai dari A6 hingga A0.
  3. Menggunakan zat kimia sebagai alat bantu percetakan, sering disebut sebagai fixer yang dicampurkan dengan air sebelum dicetakkan ke dalam blanket.
  4. Mencetak menggunakan alat khusus yang disebut master paper plate.

Berikut merupakan beberapa jenis mesin percetakan offset yang sering ditemui, diantaranya:

  1. Offset Kecil

Offset kecil menjadi mesin cetak dengan ukuran yang paling kecil. Ia hanya mampu melakukan percetakan kertas berukuran maksima A3 saja, dengan ukuran 297mm x 420 mm. Karena bentuknya, mesin ini sering disebut mini offset. Ia menjadi mesin terkecil berdasarkan ukuran jenis mesin offset lainnya.

 

  1. Offset Sedang

Sering disebut pula sebagai mesin cetak offset folio, sebab ia mampu melakukan percetakan dengan ukuran double-folio. Ukurannya lebih besar dibandingkan dengan mini offset, namun masih lebih kecil dibandingkan mesin offset ukuran besar.

 

  1. Offset Besar

Ini merupakan mesin percetakan jenis offset yang paling besar. Biasanya digunakan dalam pabrik maupun percetakan yang memerlukan cetak dalam jumlah dan skala yang besar. Ia mampu mencetak kertas dari ukuran A1 hinga A0.

 

  1. Offset Lembaran

Mesin cetak offset lembaran sering digunakan untuk percetakan dengan kebutuhan cetak kertas yang singkat. Beberapa merek menawarkan mesin yang dilengkapi dengan percetakan yang lebih pendek, mesin yang lebih canggih dan operasional yang mudah untuk di pahami penggunanya.

 

  1. Offset Digital

Mesin cetak jenis ini merupakan keluaran terbaru dengan mesin yang lebih canggih. Mesin cetak offset digital memungkinkan pengguna untuk melakukan percetakan dengan menggunakan file, tanpa perlu memasukkan media kertas cetak fisik. Berbeda dengan jenis lainnya, offset digital mampu melakukan percetakan jumlah banyak ataupun sedikit.

Fungsi Mesin Cetak Offset

Selain unggul, mesin cetak ini juga memiliki fungsi yang beragam. Ia dapat melakukan percetakan di berbagai media kertas dengan ukuran yang bervariasi, tergantung dari jenis mesin cetak yang digunakan. Ia juga mampu menetak di kertas bermotif maupun emboss, dengan ketebalan maksimal mencapau 400 gram untuk tiap lembarnya.

Selain mencetak di kertas yang tebal, ia juga mampu mencetak di kertas dengan tingkat ketipisan yang relatif kecil, seperti kertas HVS, dorslag, hingga nota NCR. Penggunaan tintanya juga bisa disesuaikan berdasarkan keinginanm dari hitam, emas, warna-warni, perak dan gradasi. Warna yang ditampilkan juga lebih hidup di bandingkan dengan mesin cetak pada umumnya.

Cara Kerja Mesin Cetak Offset

mesin cetak offset menggunakan tekhnik cetak kimia dengan memanfaatkan sifat air yang bertolak belakang dengan minyak, jenis zat kimia yang digunakan untuk membantu proses percetakan. Air bertujuan untuk membasahi dalam mencetak, sedangkan tinta memiliki sifat seperti minyak yang digunakan untuk melakukan percetakan.

Lapisan oleophylic dalam area gambar cetak berfungsi untuk menolak air, sedangkan area yang non-image berlapis hiydropholic guna menerima air dan menolak tinta. Ini menyebabkan area non-gambar tetap bersih dari teks maupun gambar selama percetakan. Inilah yang kemudian membuat area oleophlic dibuat licin untuk menghindari air, sedangkan hydropholic dibuat dengan tekstur yang lebih kasar.

Ketika proses percetakan dilakukan, pelat akan terlapisi oleh air di bagian hydropolic, berbeda dengan area gambar yang di biarkan tetap kering. Selanjutnya, pelat cetak dilapisi oleh tinta, kemudian gambar dan teks terbentuk, sebelum kemudian dicetakkan ke dalam kertas yang digunakan sebagai dasar percetakan.

Penggunaan mesin cetak ini lebih unggul dibandingkan dengan mesin cetak biasanya. Perbandingan dengan mesin cetak print biasa, cetak offset menghasilkan warna yang lebih cerah, tahan lama dan lebih bagus. Warnanya juga tidak mudah pudar, walaupun terkena debu dan udara terbuka. Dalam cetak offset, pemaksimalan penggunaan warna dilakukan untuk menghasilkan hasil cetak yang berkualitas tinggi namun dengan rentang waktu yang lebih pendek.

Dengan mengetahui berbagai penjelasan mengenai mesin cetak offset, pembaca lebih mengetahui bagaimana seluk-beluk sejarah, perkembangan, berikut fungsi dan cara kerjanya. Percetakan lebih mudah dilakukan dan mesin cetak jenis offset bisa menjadi investasi jangka panjang, sebab, walaupun harganya mahal, ia lebih tahan lama, menghasilkan media cetak yang lebih banyak dengan kualitas yang baik.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *